Sabtu, 18 Juni 2016

ulama dan pemerintah

Ketika Harun al-rosyid bepergian ke Madina al-munawaroh dan mengunjungi masjid al-Nabawi al-Syarif kemudian beliau melihat imam Malik sedang mengajarkan suatu ilmu, lalu beliau bertanya kepada imam malik
"Bersediakah engkau datang kerumah kami untuk mengajari kami suatu ilmu?"
Beliau menasehatinya "Wahai Harun sesungguhnya ilmu tidak datang dengan sendirinya!"
Beliau mengomentari "engkau benar ya imam daru al-hijrah, aku akan menemui engkau di masjid"
Imam malik berpesan kepada beliau "ya Harun! jika engkau datang terlambat saya tidak akan mempersilahkan engkau bergabung bersama orang-otang yang ada di masjid"
Harun al-rosyid berkata "saya patuh kepada engkau!"
Selagi imam malik sedang menyampaikan pelajaran seselsai sholat ashar, Harun al-rosyid masuk disusul beberapa orang seraya meletakan kursi untuk Harun al-rosyid maka imam Malik melihatnya dan mengetahui beliau duduk di atas kursi, kemudian terlintaslah suatu hadits dan beliau berkata "Rasulullah SAW pernah bersabda "barang siapa uang tawadlu, rendah hati karena Allah SWT maka allah akan mengangkat derajatnya dan barang siapa yang takabbur, sombong maka Allah SWT akan merendahkan derajatnya"
Harun al-rosyid mengerti maknanya, dan menyiruh menyingkirkan kursi yang ada dibawahnya lalu beliau duduk dilantai seperti orang-orang muslim yang lainnya.
Seperti inilah hubungan antara pengusa dan ulama, seperti inilah ulama yang tidak takut, caci maki, celaan tatkala berdiri dalm kebenaran dan seperti inilah pengusa tunduk, patuh kepada saikh, ulama atau kiyai yang benar.